Naskah Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu tanpa Jejak

MAGENTA -- Oleh Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur, dan Awardee Beasiswa non-Degree Kemenag-LPDP Program Karya Turots Ilmiah di Maroko
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita semua, dan di antara nikmat terbesar itu, kita masih diberi kesempatan untuk menapaki hari-hari terakhir Ramadhan dengan hati yang istiqamah dalam ibadah dan munajat. Semoga sisa waktu yang tersisa ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya, hingga setiap detik yang kita jalani menjadi cahaya yang menerangi langkah kita menuju ridha-Nya.
Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaih wa sahbih, manusia sempurna dan teladan terbaik dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, meningkatkan ibadah, memperbanyak munajat, dan menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya, dan mendapatkan syafaatnya kelak di akhirat, Amin ya rabbal alamin.
Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami selaku khatib untuk mengingatkan kepada jamaah shalat Jumat agar senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah, dengan terus istiqamah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih di penghujung Ramadhan ini, saat amal-amal kita diuji untuk tetap terjaga hingga akhir, takwa menjadi bekal yang paling berharga. Karena pada hakikatnya, dunia adalah tempat kita menanam, dan akhirat tempat kita memanen hasil dari setiap amal yang kita tanam. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
BACA JUGA: Naskah Khutbah Jumat: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan